LAMPUNG UTARA – Terkait Kelompok Tani Desa Talang Bojong yang tidak mengetahui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi, Agustriyan Yosef Rizal, Kordinator Penyuluh (KORLUH) Kecamatan Kotabumi, itu di sebabkan saat sosialisasi Kecamatan Kelompok Tani dari Desa tersebut tidak hadir, hal itu dikatakan Agus saat di hubungi Payung Teduh Media Grup melalui whatsatp, Rabu (28/05/2025).
Menurut Agus, dirinya mengatakan, untuk pengajuan pupuk subsidi kelompok tani menyusun RDKK yang di dampingi PPL. Mungkin ketika pengajuan ada yang mengisi tidak sesuai luas lahan dikarenakan untuk mengantisipasi hasil dari pengajuan RDKK.
“Saat kelompok mengajukan kebutuhan pupuk subsidi, dari pengajuan paling Terlialisasi 30 persen saja, jadi bila mengisi sesuai lahan yang di ajukan kemungkinan petani akan mendapatkan pupuk hanya pakai kantong kresek saja bang,” jelasnya.
Saat disinggung untuk anggota kelompok tani yang tidak mengetahui HET pupuk bersubsidi ia menyampaikan, “saat kami melakukan sosialisasi di kecamatan kelompok Tani dari desa talang bojong tak menghadiri acara tersebut bang,” Ungkapnya.
“Kami juga sudah koordinasi dengan Kabid Penyuluh masalah yang terjadi di Desa Talang Bojong dan sudah kami sampaikan ke pak Kabid permasalahan kelompok tani yang tidak paham RDKK dan HET,” tambahnya.
Lebih lanjut, Agus, juga menyampaikan adanya tekanan dari distributor pupuk bersubsidi itu dikarenakan banyaknya pupuk yang tidak ditebus anggota kelompok tani yang disebabkan permasalahan harga singkong.
“untuk penerima pupuk subsidi kebanyakan petani singkong jadi wajar-wajarlah,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Eksistensi kinerja tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Desa Talang Bojong, Kabupaten Lampung Utara dipertanyakan. Pasalanya banyak anggota kelompok tani yang tidak mengetahui HET pupuk bersubsidi dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang sudah menjadi tugas PPL untuk mensosialisasikan terhadap anggota kelompok tani, Minggu (25/05/2025).
Menurut beberapa sumber dari anggota kelompok tani yang ada di Desa Talang Bojong menyampaikan bahwasanya mereka selama ini tidak pernah tahu berapa Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi yang sudah di tetapkan pemerintah.
“Kalau untuk harga dari pemerintah terus terang saya tidak tau mas, taunya dari kios sekian ya sudah itu” ucapnya.
Saat ditanya mengenai sosialisasi dari pemerintah dirinya menyampaikan bahwasanya selama ini tidak pernah ada, ketika ada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang datang itu hanya memberitahukan bahwa untuk tahun ini pupuk sudah keluar.
“Untuk jumlah berapa banyak nya juga dia tidak memberitahukan, nanti baru pak Rudi yang punya kios nelpon” terangnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan kalau untuk PPL di Desa Talang Bojong tahun 2025 ini belum pernah datang berkunjung kelompok kami.
“PPL nya Dedi, untuk rumahnya juga saya tidak tau,” terangnya.
Waktu di singgung Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) ia mengatakan tidak mengetahui tentang itu. Nanti kalau untuk mengetahui berapa banyak anggota mendapatkan pupuk kami mendapatkan kabar dari kios.
“Kalau untuk dapet itu tergantung dari kios nya, tergantung si, ada yang 2 kwintal, kadang – kadang ada yang banyak juga dapetnya,” pungkasnya. (SR/DAR)
![]()












Komentar