oleh

Gotong Royong Jumat Bersih, Sampah Dua Bulan di Pasar Pagi Kotabumi Akhirnya Teratasi

LAMPUNG UTARA – Ketua Aliansi Pedagang Pasar Kotabumi, Budi Chartawan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada seluruh pedagang, warga lingkungan sekitar, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Utara yang telah bersama-sama turun tangan membersihkan tumpukan sampah yang sudah hampir dua bulan menumpuk di kawasan Pasar Pagi Kotabumi.

 

“Alhamdulillah, berkat kerja sama dan semangat gotong royong antara aliansi pedagang, warga lingkungan LK 5 dan LK 6, serta dibantu dari DLH, sampah yang sudah lama menumpuk akhirnya bisa kita bersihkan hingga tuntas,” ujar Budi Chartawan.

Ia menambahkan, aksi gotong royong tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan pasar. Menurutnya, kebersihan pasar adalah tanggung jawab bersama antara pedagang, masyarakat, dan pemerintah daerah.

 

“Saya juga mengajak seluruh masyarakat dan pedagang untuk terus menjaga kebersihan pasar. Jangan menunggu sampai sampah menumpuk baru kita bertindak. Kalau lingkungan pasar bersih, pembeli pun nyaman, dan aktivitas jual beli jadi lebih baik,” ujarnya.

 

Budi juga mengapresiasi langkah DLH Lampung Utara yang telah mengirimkan lima unit armada truk beserta tenaga kebersihan untuk membantu pengangkutan sampah hasil gotong royong. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai contoh sinergi yang baik antara masyarakat dan pemerintah.

 

“Terima kasih kepada DLH yang sudah menurunkan lima mobil angkutan dan tim kebersihan. Warga dan pedagang bahu membahu menaikkan sampah ke dalam mobil DLH. Ini bukti bahwa dengan kebersamaan, persoalan yang tampak berat bisa kita selesaikan bersama,” tambahnya.

 

Dirinya juga berharap agar ke depan tidak lagi terjadi penumpukan sampah yang menimbulkan bau tidak sedap akibat terlalu lama tidak diangkut oleh petugas kebersihan, karena hal tersebut sangat mengganggu kenyamanan para pengunjung pasar.

 

“Kami berharap petugas kebersihan dapat mengangkut sampah di Pasar Pagi setiap hari, sehingga tidak terjadi penumpukan seperti ini lagi. Ketika sampah mulai mengeluarkan aroma busuk, lalat pun banyak berdatangan dan hal itu sangat mengganggu masyarakat sekitar serta pengunjung pasar ini sendiri,” tutupnya. (Kandar).

Loading

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed