LAMPUNG UTARA – PT Lingga Tekhnik Utama membantah isu yang menyebutkan bahwa pembangunan revitalisasi Pasar Dekon dan Ganepo tidak akan berjalan apabila para pedagang tidak melakukan pembayaran terhadap kios baru, Senin (30/03/2026).
Perwakilan PT Lingga Tekhnik Utama, Reny, menegaskan bahwa proyek pembangunan tetap berjalan sesuai rencana, terlepas dari ada atau tidaknya pembayaran dari pedagang.
“Isu yang menyebutkan bahwa jika pedagang tidak membayar maka pembangunan pasar tidak akan berjalan, itu tidak benar,” ujarnya.
Reny juga menyampaikan bahwa isu serupa bukan pertama kali muncul. Menurutnya, dalam setiap proyek pembangunan pasar, kabar seperti ini kerap beredar di tengah masyarakat.
“Mohon maaf, nilai pembayaran dari pedagang tidak sebanding dengan material seperti baja yang sudah kami gunakan dalam pembangunan,” jelasnya.
Terkait kerja sama dengan pemerintah daerah, Reny menjelaskan bahwa perusahaan memiliki kontrak pengelolaan selama 25 tahun. Dalam kerja sama tersebut, PT Lingga Tekhnik Utama akan mengelola seluruh operasional pasar, sementara pemerintah daerah memperoleh bagi hasil sebesar 4 persen berbeda dari tepat yang lain hanya 3 persen saja.
“Mulai dari parkir, WC, hingga sewa kios akan dikelola oleh perusahaan, karena kami sebagai pihak pengelola,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perusahaan memiliki aturan yang harus dipatuhi oleh para pedagang. Ia menilai, sebagian pedagang masih menahan pembayaran karena terpengaruh isu yang beredar, padahal hal tersebut justru dapat merugikan mereka sendiri.
Dalam ketentuan perusahaan, setiap pedagang yang mengambil satu kios diwajibkan membayar uang muka (DP). Sebagai contoh, apabila baru membayar DP sebesar Rp10 juta, perusahaan masih memberikan tenggat waktu antara satu minggu hingga satu bulan untuk melunasi pembayaran hingga mencapai 30 persen dari harga toko, agar dapat masuk ke tahap kontrak pemesanan.
“Jika pedagang sudah memegang kontrak pemesanan, maka kios tersebut menjadi haknya dan tidak bisa kami tawarkan kepada pihak lain,” pungkasnya. (Kandar)
![]()












Komentar