BANDAR LAMPUNG — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandar Lampung menggelar diseminasi pelaksanaan milestone jangka pendek proyek perubahan bertajuk BALAM READS (_Read, Engage_, _Access_, _Digital Society_) pada Jumat, (6/11/2026).
Gerakan ini digagas untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi layanan perpustakaan digital BUKA BUKU milik Pemerintah Kota Bandar Lampung serta memperluas budaya membaca di era digital.
Dalam paparannya, Project Leader sekaligus Kepala Dispusip Kota Bandar Lampung, Hidayat Ismet, memaparkan materi yang menegaskan bahwa perubahan yang dilakukan berangkat dari pemikiran mendasar bahwa perpustakaan harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat.
“Perubahan yang kami lakukan melalui BALAM READS berangkat dari satu pemikiran mendasar, perpustakaan harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi,” kata Hidayat menjelaskan.
Lebih lanjut, Hidayat menegaskan bahwa fokus utama dari inisiatif ini bukanlah membangun platform baru, melainkan memaksimalkan sistem yang telah ada.
“BALAM READS bukan membangun aplikasi baru, melainkan menggerakkan perubahan agar BUKA BUKU yang telah tersedia dapat dikenal, diakses, dan dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.
Dalam materinya, ia juga merinci adanya empat aspek permasalahan utama yang diidentifikasi, yaitu sumber daya manusia aparatur, metode promosi yang masih konvensional, ketersediaan koleksi dan konten elektronik, serta lingkungan literasi.
“Tantangannya bukan sekadar menyediakan teknologi, tetapi memastikan teknologi tersebut dikenal, diakses, dan dimanfaatkan masyarakat,” tegas Hidayat memaparkan tantangan di lapangan.
Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, Hidayat memaparkan bahwa BALAM READS dirancang dengan pendekatan strategi 3E.
“BALAM READS dirancang dengan tiga pendekatan utama yang kami sebut sebagai strategi 3E, yaitu Educate, Engage, dan Empower,” lanjutnya.
Tahap pertama adalah Educate untuk mengenalkan dan memberitahu, tahap kedua Engage untuk melibatkan dan mengaktifkan, serta tahap ketiga Empower untuk memberdayakan dan menggerakkan.
“Dari mengenalkan, menjadi melibatkan, hingga memberdayakan. BALAM READS diarahkan untuk membangun perubahan perilaku dan kolaborasi, bukan sekadar memperkenalkan sebuah aplikasi,” ujarnya.
Dari segi kebijakan dan kelembagaan, Hidayat menyampaikan bahwa gerakan ini telah diperkuat dengan landasan formal.
“SK Wali Kota Bandar Lampung No. 669/III.18/HK/2026 tentang Penetapan Inovasi Aplikasi BUKA BUKU sebagai Layanan Perpustakaan Digital Pemerintah Kota Bandar Lampung memberikan landasan formal bagi pengembangan dan optimalisasi BUKA BUKU,” paparnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kerja organisasi dengan menyatakan, “Kebijakan memberikan landasan. Kelembagaan menggerakkan perubahan.”
Dalam implementasinya, Tim Efektif Proyek Perubahan bersama lintas sektor seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, BAPPERIDA, Bagian Hukum Setda, Diskominfo, dan komunitas PMII telah melaksanakan sosialisasi di 21 satuan pendidikan SD dan SMP serta memproduksi konten edutainment kreatif.
Berdasarkan data statistik, Hidayat mengungkapkan capaian yang berhasil diraih.
“Total anggota meningkat dari 423 menjadi 1.013 orang, atau bertambah 590 anggota, sehingga target minimal 1.000 anggota telah tercapai dengan realisasi sebesar 101,3 persen,” ujar Hidayat.
Selain itu, pembaca aktif naik dari 3 menjadi 39 orang, sirkulasi buku meningkat dari 11 menjadi 134, dan pengunjung naik dari 109 menjadi 260 orang.
Menutup paparannya, Hidayat menegaskan bahwa keberlanjutan program merupakan kunci utama agar inisiatif ini melembaga di tengah masyarakat.
“Keberlanjutan bukan sekadar melanjutkan kegiatan, tetapi melembagakan perubahan dalam pelayanan,” tegas Hidayat. (And)
![]()












Komentar