oleh

Pemuda Muhammadiyah Hadirkan Model Baru Pelayanan MBG di Lampung Utara

LAMPUNG UTARA – Penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui sistem prasmanan mulai diperkenalkan di SMKS Muhammadiyah Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara. Inovasi yang digagas SPPG Pemuda Muhammadiyah Abung Semuli ini diharapkan menjadi alternatif pelayanan makanan bergizi bagi pelajar sekaligus membangun kebiasaan makan yang lebih baik.

Uji coba atau pilot project tersebut untuk sementara diterapkan pada dua kelas. Pelaksanaannya turut disaksikan Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Lampung Utara, Anggi Prasetyo, mengatakan sistem prasmanan memberikan pengalaman berbeda bagi siswa dibandingkan metode pembagian makanan menggunakan ompreng.

Melalui pola ini, siswa dapat mengambil makanan langsung dari meja saji dengan pendampingan guru dan petugas. Selain memberikan keleluasaan dalam memilih jumlah makanan, metode tersebut juga diharapkan menumbuhkan sikap mandiri dan disiplin di lingkungan sekolah.

“Melalui sistem prasmanan, siswa diharapkan terbiasa mengambil makanan sesuai kebutuhan masing-masing. Dengan begitu, mereka dapat belajar mandiri sekaligus lebih bijak dalam mengonsumsi makanan,” ujar Anggi, Selasa (27/10/2026).

Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, menyambut positif penerapan metode penyajian tersebut. Menurutnya, sistem prasmanan memiliki potensi untuk membuat pelayanan MBG lebih efektif, sekaligus menekan jumlah makanan yang terbuang.

Ia menilai, penyajian langsung di meja saji juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperkirakan kebutuhan makan mereka sendiri, sehingga makanan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Dengan sistem prasmanan ini, makanan bisa disajikan lebih segar. Siswa juga mengambil sendiri makanan yang tersedia, sehingga mereka bisa mengukur kapasitas atau kebutuhan makannya masing-masing,” kata Romli.

Ia berharap inovasi tersebut tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi pelajar, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk tidak menyisakan makanan.

Antusiasme juga terlihat dari kalangan siswa. Erlin Junta Sari, siswi kelas X SMKS Muhammadiyah Abung Semuli, mengaku menyukai cara penyajian MBG dengan sistem prasmanan.

“Makanannya enak, lebih kenyang,” ungkap Erlin.a

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, Bakri Apriyadi Brades, mengapresiasi pelaksanaan uji coba tersebut. Ia menyebut penerapan MBG dengan sistem prasmanan ini sebagai yang pertama di Kabupaten Lampung Utara.

Bakri mengatakan bahwa penerapan sistem prasmanan dalam program MBG merupakan inovasi baru yang diharapkan dapat menjadi percontohan bagi sekolah lain di Kabupaten Lampung Utara.

“Ini menjadi langkah inovatif dalam pelaksanaan program MBG di Lampung Utara. Sepengetahuan kami, sistem prasmanan ini merupakan yang pertama diterapkan di Lampung Utara. Kami berharap model ini bisa menjadi alternatif pelayanan MBG yang lebih efektif, sekaligus mengajarkan siswa untuk mandiri dan mengambil makanan sesuai kebutuhan,” ujar Bakri.

Ia menegaskan, penerapan sistem prasmanan harus tetap memperhatikan standar pelayanan, terutama kebersihan, keamanan pangan, kesesuaian porsi, serta kandungan gizi makanan yang disajikan kepada para siswa.

“Jangan sampai inovasi dalam sistem penyajian mengabaikan kualitas makanan dan pemenuhan gizi anak. Kebersihan, keamanan pangan, standar porsi, dan kecukupan gizi harus tetap menjadi prioritas. Harapan kami, program ini tidak hanya membuat siswa senang, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan dan tumbuh kembang mereka,” tegasnya. (*/Dar)

Loading

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed