oleh

Upaya Dinkes Tekan Penyebaran DBD

PESAWARAN – Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah sebuah penyakit yang diakibatkan oleh adanya gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit ini sangat identik dengan musim hujan, dikarenakan banyaknya lubang-lubang jalan atau tempat yang berpotensi tergenang air menyebabkan pertumbuhan nyamuk akan sangat mudah dan berkembang biak dengan baik.

 

Melihat kondisi demikian, maka penting bagi kita semua untuk melakukan persiapan dan pencegahan dari penyakit DBD agar tidak menjangkit diri sendiri maupun keluarga. Mengingat DBD sendiri merupakan salah satu penyakit yang juga banyak menyumbang angka kematian di Indonesia.

 

“Untuk meminimalisir merebaknya penyakit tersebut diperlukan langkah konkret serta tindakan yang harus dilakukan, oleh karenanya Dinkes Pesawaran mengambil langkah dengan terus melakukan koordinasi dan penyuluhan baik ke setiap Puskesmas, Aparat Desa maupun para kader,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Dr. Media Apriliana. Kamis (16/01/2025).

 

Menurutnya, pihak Dinkes berusaha semaksimal mungkin dalam upaya menekan angka penyebaran penyakit yang mematikan ini dengan terjun langsung ke setiap Puskesmas maupun Desa dengan melakukan kegiatan.

 

“Penyuluhan dan edukasi dengan aparat desa dan kader. Kegiatan pemantauan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bersama kader dan aparat desa. Koordinasi dengan Dinkes propinsi Lampung dalam penyediaan logistik DBD. Pemantauan dan pembinaan program kepada puskesmas,” jelasnya.

 

Kemudian Media Apriliana menerangkan, dari hasil koordinasi yang dilakukan dengan Puskesmas yang tersebar di Bumi Andan Jejama berdasarkan laporan yang kami terima dari Tanggal 1 sampai dengan 13 Januari Tahun 2025 didapat kasus penyakit DBD sebanyak 40 kasus, dengan rincian.

 

Pedada : 0 (Nol). Padang Cermin 1 (Satu). Bunut : 0 (Nol). Hanura : 0 (Nol). Kedondong : 3 (Tiga). Kota Dalam : 8 (Delapan). Gedong Tataan : 8 (Delapan). Bernung : 6 (Enam). Roworejo : 2 (Dua). Kalirejo : 4 (Empat). Tegineneng : 1 (Satu). Trimulyo : 1 (Satu). Maja : 3 (Tiga). Gunung Sari: 2 (Dua). Kota Jawa : 1 (Satu).

 

“Patut kita syukuri sampai hari ini kasus DBD yang terjadi dapat diatasi dengan tindakan pengobatan baik Puskesmas maupun Rumah Sakit sehingga tidak sampai menyebabkan kematian, artinya angka kematian di Kabupaten Pesawaran untuk kasus ini tercatat 0 (Nol),” terangnya.

 

Selain itu Kadinkes Pesawaran ini mengajak semua pihak untuk dapat menjaga pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan memberikan beberapa tips yang harus diterapkan sehari-harinya.

 

Berikut ini adalah beberapa tips terhindar dari infeksi virus dengue yang dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan, diantaranya adalah :

 

Terapkan 3M plus, yaitu Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang.

 

Menggunakan repellent atau obat oles anti nyamuk

 

Memasang kelambu di kamar tidur dan kasa pada setiap lubang ventilasi dan jendelae Memperoleh vaksin dengue

 

Konsumsi rutin Vitamin C

Dengan menerapkan beberapa tips terhindar dari DBD di atas, diharapkan mampu meminimalisir paparan demam berdarah selama musim hujan berlangsung.

 

“Tetap terapkan pola hidup bersih dan sehat, serta melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala DBD, seperti mual dan muncul ruam merah pada kulit ke fasilitas kesehatan terdekat. Agar bisa segera dilakukan penanganan oleh tenaga kesehatan,” pungkasnya. (Devis/Yd)

Loading

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed