Tulang Bawang — Dalam upaya mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting, Pemerintah Kampung Penawar Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, menggelar kegiatan Rembuk Stunting.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Kampung Penawar Jaya ini dihadiri oleh Camat Banjar Margo, pendamping desa, Kepala Puskesmas Penawar Jaya, kader posyandu, serta seluruh aparatur dan kepala kampung. Jumat (23/10/2026)
Berdasarkan data pemetaan lapangan yang dipaparkan dalam forum tersebut, dari total 291 sasaran balita yang ada di wilayah Kampung Penawar Jaya, tercatat sebanyak 21 balita mengalami kondisi stunting. Angka ini menjadi fokus utama penanganan melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif secara terpadu.
Kepala Kampung Penawar Jaya Agung Setiawan menyampaikan harapan besar melalui forum musyawarah ini agar seluruh elemen masyarakat, orang tua, serta tenaga kesehatan dapat bergerak bersama-sama.
“Kami berharap melalui rembuk stunting ini, tidak ada lagi ego sektoral atau lempar tanggung jawab. Dengan jumlah sasaran 291 balita dan 21 anak yang terindikasi stunting, kita harus mengawal asupan gizi, sanitasi, serta pola asuh secara keroyokan demi masa depan anak-anak kita,” ujar Kepala Kampung dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, pihak Kecamatan Banjar Margo bersama Kepala Puskesmas Penawar Jaya menekankan pentingnya peran aktif keluarga dan kader posyandu sebagai garda terdepan.
Kader diminta untuk rutin melakukan pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi gizi seimbang bagi ibu hamil, serta memastikan balita yang masuk dalam data sasaran mendapatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta layanan kesehatan yang optimal.
Melalui rembuk stunting ini, lahir kesepakatan bersama untuk mengintegrasikan program pencegahan stunting ke dalam arah kebijakan dan anggaran pembangunan kampung, guna memastikan target penurunan angka stunting dapat tercapai secara signifikan. ( Akif )
![]()












Komentar